Oleh: Kias M Butu
Pemuda Papua Tengah adalah satu-satunya harapan untuk melestarikan ekstensi warisan budaya yang sudah diwariskan generasi ke generasi
Pada umumnya, Tanah Papua dijuluki sebagai Tanah emas dimata dunia. Namun Rakyat Papua sendiri punya penilaian yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, untuk itu masyarakat Papua anggap Tanah sebagai Mama yang memberi sumber kehidupan, jika tidak ada tanah maka Tidak ada kehidupan. Sumber daya manusia dan sumber daya alam adalah satu paket yang Tuhan ciptakan untuk kami dan regenerasi, untuk itu sumber daya alam adalah warisan yang perlu dijaga, dirawat dan dilestarikan, jika tidak ada tanah maka Tidak ada kehidupan, sebaliknya Manusia tidak ada maka, alam akan sunyi.
Tanah Papua dihuni oleh beragam suku, etnis dan budaya yang masing-masingnya memiliki identiknya tersendiri, yakni iman, kepercayaan, dan moralitas. Provinsi Papua Tengah Memiliki sumber daya alamnya yang melimpah yang kini baru dimekarka dengan Rancangan undang-undang (RUU) tentang daerah otonomi baru (DOB) ketiga provinsi itu disahkan pada akhir Juni 2022. Setelah dimekarkan provinsi, Tentu ini menjadi Ancaman serius yang di hadapi masyarakat dan tentunya pemuda menjadi sasaran utama oleh militerisme di beberapa kabupaten yakni, kabupaten Induk, kabupaten Dogiyai, kabupaten Deiyai, kabupaten Paniai, kabupaten intan jaya dan Mimika. Tantangan yang dimaksud adalah setelah hadirnya suatu pemekaran tentunya akan terjadi, eksploitasi sumber daya alam akan terus terjadi oleh kapitalisme, warisan budaya yang diwariskan generasi ke generasi akan punah.
Pemuda Katolik menjadi tulang punggung untuk menyangapi setiap persoalan dengan iman yang besar dilandaskan dengan doa, Karena sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat bermanfaat bagi generasi hingga Regenerasi. Tidak ada sumber daya alam maka Tidak ada kehidupan. sedangkan melihat dengan realita yang terjadi di tanah Papua, angka kematian terus meningkat dari berbagai macam faktor seperti tersebarnya penyakit HIV/AIDS di karangan pemuda. Dalam hal ini, jumlah kasus HIV/AIDS yang terdata di Papua telah mencapai 28.892 orang, dan 1.846 orang telah meninggal dunia akibat adanya penyakit ini. Namun kita perlu ingat bahwa, angka ini jauh lebih kecil dari kenyataan yang sebenarnya, karena banyak orang yang belum pernah memeriksa diri. Dan ada juga berbagai faktor lainnya.
Pemuda Katolik adalah tulang punggung gereja juga menjadi harapan utama untuk mempertahankan eksistensi sumber daya manusia dan sumber daya alam di provinsi Papua Tengah, kita sebagai orang muda Katolik, harus mempersiapkan iman dan bertaqwa kepada ajaran-ajaran Tuhan, agar tidak digoyahkan oleh dampak-dampak negatif yang merusak kehidupan kita maupun diri kita sendiri. Agar tidak merugikan sesama Kita harus saling berinteraksi antara satu sama lain, membagagun kesadaran adalah hal yang sangat efisien bagi Generasi Muda.
Penutup.
Provinsi Papua Tengah adalah rumah kita, tempat dimana mencari nafkah, tempat kita belajar, tempat kita saling berinteraksi sesama dengan yang lain. Namun ada beberapa hal yang penting untuk kita sebagai Tunas muda, yang memiliki hidup yang panjang di atas tanah kita sendiri harus menyadari bahwa ada dampak-dampak negatif yang terjadi jika Kita menyerahkan hak hidup kita ke orang lain.
